Friday, May 18, 2012

Pertamina Bantah Petral/PES Sebagai Sarang Korupsi dan Mafia Minyak

Jakarta, beyondenergynews.com Vice President Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun membantah Petral sebagai sarang korupsi apalagi dituding sebagai mafia minyak yang berkolusi dengan penguasa, pihak Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) / Pertamina Energy Services (PES) telah sangat terbuka dan transparan dalam upaya memenuhi kebutuhan BBM nasional melalui kegiatan impor. 

"Yang paling penting adalah bahwa proses impor tersebut sudah dilakukan dengan terbuka, dalam artian siapapun yang credible dan mampu, boleh ikut dalam proses impor BBM. Dengan demikian, Pertamina memiliki pilihan atas penawaran dengan harga terbaik," kata Harun.

kegiatan impor BBM dan juga minyak mentah oleh Pertamina selama ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pola pengadaan melalui trading arm merupakan strategi best practice yang lazim dilakukan oleh perusahaan-perusahaan minyak kelas dunia, termasuk National Oil Company (NOC), misalnya Kuwait Petroleum Company, Petronas Trading, dan Petrovietnam Trading

"Peran Petral atau PES masih dibutuhkan karena pertumbuhan kebutuhan BBM nasional melampaui pertumbuhan kemampuan nasional dalam upaya pemenuhannya sehingga impor masih diperlukan,"jelasnya.

Selama tahun lalu, Petral merealisasikan volume perdagangan minyak mentah dan produk sebanyak 266,42 juta barel. Perdagangan minyak mentah Petral mencapai 65,74 juta barel atau rata-rata sekitar 180.000 barel per hari (bph), sedangkan perdagangan produk mencapai 200,68 juta barel atau rata-rata sekitar 550.000

Berhasil melakukan efisiensi pengadaan untuk minyak mentah, Premium, dan Solar selama tahun 2011 sebesar Rp2,8 triliun terhadap harga pasar

Menurutnya, Pusat perdagangan (trading hubs) minyak mentah dan produk yang ada di dunia saat ini adalah Amerika di Houston, Eropa di London dan Jenewa, Afrika dan Timur Tengah di Dubai, dan Asia Pasifik di Singapura. 

"Semua kegiatan perdagangan dicatat dan dipublikasikan oleh Platts (Platts Window) yang berada di Singapura yang dijadikan acuan oleh semua pelaku bisnis minyak mentah dan produk, termasuk di dalamnya proses pembentukan harga pasar," jelasnya seraya menambahkan pembelian produk maupun minyak mentah benar-benar terbuka dan harga bisa dilihat dari harga acuan tersebut.

Petral bertugas dalam melakukan impor dan trading BBM dan juga minyak mentah, sebagaimana juga dilakukan oleh perusahaan minyak dunia lainnya. Petral merupakan anak perusahaan yang didirikan berdasarkan Companies Ordinance Hong Kong, yang 99,83 persen sahamnya dimiliki oleh Pertamina.

Petral juga berfungsi sebagai market intelligent bagi Pertamina dan berperan penting bagi pencapaian perusahaan dalam membukukan efisiensi impor BBM senilai US$ 283 juta pada 2011. 

Pada 2011, Petral telah membukukan laba bersih unaudited sebesar US$ 47,5 juta atau naik 53 persen dibandingkan dengan laba bersih audited 2010.

"Sebagai trading arm Pertamina, aktivitas perdagangan Petral/PES utamanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan Pertamina, selain juga untuk pihak ketiga," tuturnya.

Saat ini Petral/PES dengan PT Pertamina (Persero) sedang melaksanakan proyek pengembangan terminal BBM Pulau Sambu dan Tanjung Uban untuk meningkatkan capability dan independensinya dalam rangka Mendukung kegiatan trading, Meningkatkan independensi Petral/PES dan stabilitas harga, serta Sebagai buffer stok nasional dalam rangka menjaga security of supply BBM dalam negeri. 

Sebagai bagian dari tranformasi Pertamina, proses pengadaan minyak mentah dan BBM terus dilakukan perbaikan dengan melakukan upaya memperoleh pasokan langsung dari NOC, produsen minyak mentah, dan pemilik kilang yang akan dilaksanakan pada kuartal III 2012. Pertamina akan mempersiapkan pembelian dengan pola term kontrak 1 (satu) tahun di mana harga akan di-review setiap 3 (tiga) bulan sekali. Dan apabila terdapat kebutuhan mendadak akan dipenuhi secara spot dari sumber supply yang sama. Kebijakan ini akan dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan security of supply.

No comments:

Post a Comment